Dari Kapan Nikah Hingga Jangan Terlalu Pintar: Ini Tantangan Belum Nikah
Tahukah kamu bahwa belum menikah di usia 25++ memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah pertanyaan dan statement nggak penting dari orang-orang sekitar. Di antara pertanyaan-pertanyaan dan statement yang ada, yang paling sering adalah pertanyaan kapan nikah.
Selain kapan nikah, ada juga statement mengenai gadis-gadis yang belum menikah di usia 25++ yaitu, "Jangan terlalu pintar nanti laki-laki takut." Untuk lebih jelasnya, ini penjelasanku untuk kamu semua:
1. Kapan Nikah?
Pertanyaan kapan nikah adalah pertanyaan paling klise bagi pada jomloan dan jomlowati. Pertanyaan ini adalah pertanyaan lanjutan dari kapan lulus dan pertanyaan pembuka sebelum ada pertanyaan kapan hamil, kapan nambah anak, kapan beli rumah, dan kapan-kapan lainnya.
Bagi jomloan dan jomlowati yang baru lulus dan kerja, lalu mendapatkan pertanyaan ini mungkin akan kesal. Ketika pertanyaan ini diberikan di usia 24 atau 25 tahun, rasanya emang menyebalkan. Tapi ternyata setelah menginjak usia 28++, mendapatkan pertanyaan ini rasanya biasa-biasa saja.
Bisa jadi karena sudah terbiasa atau memang sudah tahu menikah itu tidak semudah orang-orang melontarkan pertanyaan kapan nikah.
Itulah yang aku rasakan. Semakin dewasa aku semakin santai menghadapi pertanyaan kapan nikah dan menjawabnya dengan perasaan biasa saja. Menurutku pertanyaan kapan nikah ini cukup dijawab aja, misalnya hari Sabtu, Insya Allah kalau sudah ketemu jodohnya, atau minta doakan supaya cepat bertemu jodoh.
Tapi buat ada di posisi santai dan legowo ini memang butuh waktu. Pasti ada momen dimana sangat kesal karena pertanyaan kapan nikah ini dan ada momen kayak ‘ya udahlah’ ketika mendapatkan pertanyaan ini. Kalau aku pribadi sih menekankan ke diriku kalau menikah itu tidak mudah, baik itu dari menentukan pasangan yang ideal untuk hidup bersama sampai menjalani pernikahan itu. Pernikahan juga yang menjalani adalah dua orang yang terikat, mereka yang menanyakan kapan nikah nggak akan berperan apapun. Nggak julid aja udah untung.
Jadi kenapa harus terganggu dengan pertanyaan semacam ini? Toh nantinya setelah menikah juga akan ada pertanyaan KAPAN lainnya yang nggak ada habis-habisnya. Kalau kamu menikah karena nggak tahan ditanya kapan nikah, nanti kamu akan semakin dikontrol untuk memutuskan sesuatu karena desakan orang lain.
Jangan ya Dek ya!
2. Jangan Terlalu Pintar
Beberapa tahun yang lalu saat aku sedang chating dengan teman SMA, dia bilang, “kamu jangan terlalu pintar Des, nanti cowok-cowok pada takut.”
Sama seperti respon Balqis yang speechless saat dibilang gadis expired, aku juga speechless beberapa detik ketika mendengar kalimat ini. Maksud jangan terlalu pintar itu gimana? Kenapa aku harus takut sama orang yang takut dengan progres hidupku?
Saat itu aku heran, kenapa aku nggak boleh pintar dengan alasan nanti cowok-cowok jadi takut mendekatiku? Aku sampai menjadikan hal ini pembahasan di media sosial dan mengutarakan opiniku yang merasa aneh dengan statement ini.
Tapi setelah dua tahun berselang, aku menyadari ucapan temanku ini memang benar. Kenyataannya cowok-cowok di Indonesia itu memang takut dengan perempuan pintar.
Aku pernah ditawari mau dikenalkan cowok oleh tetangga, lalu dia bilang, “Dia nggak cari cewek yang cantik. Yang penting manut dan mau mengurus dia dan ibunya.”
Mendengar hal ini aku bukan cuma speechless tapi udah ditaraf syok. Gimana maksudnya, jadi menurut dia aku nggak cantik sampai harus manut dan mau mengurus dia dan ibunya? Cari istri atau pembantu, Mas Bro?
Ngeselin, kan? Tapi kenyataannya banyak modelan cowok-cowok kayak gini di bumi Indonesia ini. Kenyataannya banyak cowok-cowok yang takut dengan perempuan pintar dan pendidikan tinggi, dan lebih mencari perempuan manut dan penurut untuk dinikahi. Ini adalah kenyataan yang harus diterima meski tidak ada data pastinya.
Memilih istri manut dilakukan oleh para laki-laki karena mereka ini mudah dikendalikan. Para suami bisa dengan mudah membuat aturan baik yang masuk akal atau tidak masuk akal tanpa adanya protes dari pihak istri.
Ini tentunya tidak akan terjadi jika menikah dengan perempuan pintar. Alih-alih langsung menyetujui aturan-aturan yang diberikan suami, perempuan pintar akan meminta alasan untuk setiap aturan dan mendebatnya jika memang dirasa tidak masuk akal dan merugikannya.
Laki-laki model begitu tidak suka dengan perempuan pintar ini, karena baginya perempuan pintar itu ribet. Mereka maunya yang gampang, apapun yang dia inginkan dalam pernikahan, perempuan hanya perlu mengikuti dan menyetujuinya.
Padahal apakah menikah perempuan ‘manut’ ini benar-benar menguntungkan laki-laki? Kenyataannya enggak. Di luar sana banyak kasus istri terjerat pinjol tanpa sepengetahuan suami, kasus istri ketipu puluhan juta, istri tidak bisa mengatur keuangan keluarga, dan masalah-masalah lain yang disebabkan karena ketidaktahuan.
Kenyataannya memilih istri tidak semudah yang penting manut karena istri banyak memiliki peran di dalam rumah tangga. Seorang perempuan harus memiliki pengetahuan sehingga ia tahu mana yang menjadi tanggung jawabnya dan mana haknya. Jadi, perempuan dapat berperan dengan baik di dalam rumah tangga, baik dengan menjadi istri atau ibu yang baik, karena ia paham itu adalah tanggung jawabnya.
Lalu bagaimana jika kepintaran dan pengetahuan perempuan membuat laki-laki takut sampai sulit mendapatkan jodoh?
Buat kamu yang menanyakan hal ini karena takut seret jodoh, aku mau tanya balik, emang kamu mau menikah sama laki-laki yang menghalangimu untuk berkembang? Emang kamu mau menikah sama laki-laki yang insecure dengan kemajuanmu?
Lagian pintar itu bukan sesuatu yang didapatkan dengan berdiam diri. Untuk menjadi seseorang yang pintar dan berpengetahuan, kita harus bergerak. Minimal bergerak untuk mencari informasi baru, baik di internet, buku, atau melalui diskusi. Ini beda dengan mereka yang ‘kurang pintar’. Untuk menjadi bodoh, kamu cukup nggak ngapa-ngapain dan tutup dirimu dari informasi dari luar. Kenapa orang yang ada usaha harus disamain dengan mereka yang mageran? Bukan levelmu, Girls!
Jadi jika ada orang yang bilang, “Jadi cewek jangan terlalu pintar, nanti cowok-cowok takut.” Katakan bahwa perempuan pinter juga nggak mau sama cowok-cowok yang takut dengannya. Kalau emang perempuan pintar bukan target pasarnya dalam mencari jodoh, cari yang emang sesuai kebutuhanmu. Jangan halangi orang yang maju hanya karena ketakutanmu untuk maju.
Get notifications from this blog